Skip to main content

Posts

Pahlawan Bangsaku

Getih Suci nyiram bumi.. Tulang setra mulang lemah ..babakti nyungkem pertiwi..cikal Bugang putra bangsa.. Sebait lagu lama ini dahulu kerap saya  dengar ketika saya masih kecil belum masuk SD masa di awal-awal tahun 80han, Ibuku Almarhum suka menembangkannya saat menjelang tidur, dan menceritakan dan mengkisahkan maksud lirik lagu yang menceritakan seorang Pemuda bernama Mohammad Toha, Pejuang dari Bandung Selatan yang rela gugur menjadi pahlawan kusuma bangsa dengan meledakan dirinya di Gudang  persenjataan Belanda. Hari Pahlawan  tahun ini,entah kenapa membuka kenangan  saya akan masa kecilku yang indah bersama Ibuku, pada salah satu  Dendang dan dongeng sebelum bobonya, tentang  sosok patriot dayeuh kolot Moh. Toha. Pahlawan Bandung  Selatan ini, memang sosok legenda masyarakat Jawa Barat khususnya Bandung , walau sejarahnya tidak dipopulerkan dalam buku-buku sejarah Nasional. Namun justru bagi saya pribadi dan umumnya masyarakat Sunda tatar...

MENDAKI 'MARAPI' MENAPAK TILAS LEGENDA MINANGKABAU

Merupakan kesempatan dan pengalaman berharga tentunya karena bisa kembali mendaki gunung yang merupakan salah satu hobby di masa muda sebelum berumahtangga tidak seperti kondisi saya sekarang ini. Hampir berselang belasan tahun lamanya baru bisa merasakan kembali  petualangan mendaki , menapaki dan menatap keindahan pesona alam nan indah di atas puncak gunung. Alhamdulillah walau berangkat berdua bersama saudaraku Pambayan  suami dari adik iparku  di Rabu malam (23/01/2013)  dengan berbekal pengalaman  masa hobby dulu dan kerinduan naik gunung kembali akhirnya sukses juga dengan memakan waktu  pendakian sekitar 8 jam dari pos awal atau pos registrasi pendakian. Gunung yang didaki adalah gunung Marapi (Merapi) di Sumatra Barat yang berada di wilayah sebagian Kabupaten Agam dan sebagian Kabupaten Tanah datar, atau gunung yang menaungi Kota Bukitinggi dan Kota Padang Panjang , gunung ini memiliki ketinggian kurang lebih 2900 DPL, dan merupakan gunung be...

Membuat Kritik Jadi Kripik

Seorang  Pengembara yang  tengah melakukan perjalanan jauh merasa penat akhirnya dia memutuskan untuk berhenti berleha-leha sejenak di bawah pohon kelapa. Angin sepoi dan nyamannya  bersandar di batang pohon membuat ia terkantuk hingga  tertidur pulas. Tak disadarinya dari atas pohon ada monyet yang memperhatikannya dan bertingkah iseng dengan melemparkan buah kelapa hingga  mengenai kepalanya. Sang Pengembarapun sontak terkejut dan terbangun dilihatnya ke atas  dari arah jatuhnya buah kelapa nampaklah sang Monyet yang menyeringai seolah mengejeknya. Namun Si Pengembara bukannya marah malah tersenyum dan memberi isyarat rasa terimakasihnya pada sang Monyet. Lalu dipungutnya buah Kelapa dikupas dan diminum airnya sebagai penghilang dahaga, dimakannya isi kelapannya sebagai obat lapar, dan diambil batoknya untuk bekal wadah serta serabutnyapun turut dimanfaatkan untuk dijadikan isi tikar dan bantalnya. *** Pesan ilustrasi begitu jelas, sang ...

Ini Rumah KIta

Seorang Pemuda yang sedang jatuh cinta dia pergi menemui rumah Dara pujaan hatinya, sesampainya di depan pintu rumah sang Dara diketuknya pintu; "tok...tok...tok..." "Siapakah diluar", Kata suara dari dalam. "AKU" jawab si Pemuda dengan tergesa-gesa sekaligus was-was. "Pergilah....karena rumah ini tidak cukup untuk 'Kau' dan 'Aku'...!!!" jawab suara dari dalam. Bukan kepalang kaget dan sedihnya sang Pemuda, akhirnya diapun pergi meninggalkan rumah dara pujaan hatinya dengan rasa galau dan prustasi, Iapun seketika itu memutuskan sekelaian pergi mengembara meninggalkan kampung halamannya. Pengembaraan dan perjalanan waktu akhirnya telah menempa hidupnya menjadi Pemuda yang matang, dan kerinduan pulang untuk kembali ke kampung halamannyapun hinggap dalam benaknya. Sesampainya di Kampung halamannya diapun teringat kembali akan Dara pujaan hatinya, sehingga dia bermaksud untuk singgah terlebih dahulu ke rumah sang Dara,...

GOLONO

Golono Makananan khas yang nyentrik berbentuk bulat renyah gurih dan tentunya dijamin enak dan nikmat. Golono yang kutahu hanya bisa ditemukan alias cuma beredar di kawasan desa Wilanagara dan sekitarnya saja,sehingga memang begitu ekslusifnya Golono ini . Dari namanya sendiri memang terasa aneh dan kuno, mungkin inilah nama khas dan unik   yang   bisa jadi berasal dari kata GELENE bahasa asli setempat sunda khas Wilanagara, suatu kata yang menunjukan ukuran pada makanan biasanya pada potongan daging , Sagelene , dua gelene daging, tiga gelene dan seterusnya. Dan tidak hanya   soal namanya   Golonopun sungguh unik lagi dari sisi bahan karena bahan dasarnya murah dan sederhana sekali hanya dari ampas tahu yang diolah dengan bumbu secukupnya lalu dicelupkan dalam adonan tepung beras seperti membuat gorengan pisang atau tempe mendoan, setelah itu gorenglah dengan minyak yg sudah panas tunggu masak dan jadilah Golono yang renyah, gurih dan lezat. Golono m...

Makan dan Kunyahlah sendiri

Dalam sebuah forum belajar -mengajar disuatu pondok yang terisolir, yang mengupas Bahasan demi bahasan, sang guru menyampaikan pelajarannya  tanpa  penjelasan yang detail, sehingga membuat muridnya  bertanya sekaligus memberi saran . “ Guru, tolonglah  jelaskan lebih terperinci dan lebih jelas lagi bahasan-bahasan tadi” Sang guru terdiam dan berujar. “apalagi yang harus saya jelaskan wahai muridku” “ya bahasan tadi guru agar kami bisa langsung memahami isi dan maksudnya .” Lalu, sang gurupun terdiam dan memberikan suatu ilustrasi “coba saya Tanya, apakah kalian mau saya suapi kalian buah yang sudah saya kunyah di mulutku terlebih dahulu  wahai muridku.” “tentu tidak guru” “Nah sama dengan bahasan dan pelajaran ini aku ingin memberikan buah utuh  untuk kalian makan dan nikmati.”                                            ...

Sajak Sejak Ku kenal Petani

Ada senangnya jadi petani Di rumah, di sawah Ke kandang, ke ladang Dendangnya sederhana Ada baiknya jadi petani Mata dan telinga, tangan serta kaki Diterapi alam sepanjang hari Petani oh petani..sayang kini banyak yg tak mengenali Profesi hanyut di irigasi, pengabdianmu tak diperduli tertimbun bumi.. Padahal setiap hari menyuap nasi tak tahu asalnya dari padi Ah dasar manusia tak tahu di rezeki.                                                            surau Laut 2012