Skip to main content

Posts

Perjalanan Manis ke Pulau Bengkalis

Sebuah Catatan Perjalanan Rihlah Qubra Muntijah 2018 Menjelang Dzuhur rombongan rihlah Muntijah Community mulai merapat dan memasuki pelabuhan Pakning. Siang hari udara disekitar pelabuhan terasa panas, antrian parkir kendaraan tampak ramai, rapat dan panjang, lusuh di raut muka mulai terasa, sesekali tanganpun sibuk menyeka wajah yang banjir dan basah oleh keringat, rasa dahaga dan sinyal perut yang lapar mulai melancarkan protesnya, seolah semuanya ingin mencoba menambah ujian kesabaran perjalanan kami. Namun seperti sebelumnya, semua itu tetap tak menyurutkan dan mengurangi semangat dan keceriaan dalam menikmati kebersamaan perjalanan ini, kami tetap kompak antusias untuk sampai ke tujuan rihlah tahun 2018 kami menuju  Pulau Bengkalis. Agak meleset memang dari rencana, jadwal berangkat Shubuh dari Pekanbaru yang mengambil titik kumpul di Masjid Melebung, dalam perjalanannya mengalami gangguan, satu mobil rombongan kami mengalami mogok di tengah perjalanan, akib...

Imam Ali Menjawab Pertanyaan Para Pendeta Yahudi

Kisah Tentang Sejarah Ashabul Kahfi. (1) Dengan senang hati saya ingin mengkisahkan kembali sebuah kisah yang keren abis guys , yang saya baca dari sebuah buku lama Yang sampul bukunya berjudul Riwayat Hidup Imam Ali Bin Abi Thalib. Adapun bukunya sendiri sebenarnya milik ustadz sekaligus sahabat saya dan besyukur  saya berkesempatan meminjam bukunya.😅 Di dalam BAB terakhir  buku ini, ada kisah tentang Tanya Jawab Pendeta Yahudi dengan Imam Ali mengenai hikayat Ashabul Kahfi diceritakan secara detail dan seru abis. Nah sekarang saatnya saya mengulang kembali kisahnya  yang sengaja langsung saya plek copas manual (alias menyalin ulang)  di Blog ini ! yok kita simak kisahnya...!! o iya dalam bukunya disebutkan sumber kisahnya dari kitab "Qishashul Anbiya" . Penerbit CV. Toha Putra Semarang tahun 1984 Dikala Umar Ibnul Khatab memangku jabatan sebagai Amirul Mukminin, Pernah datang kepadanya beberapa orang Pendeta Yahudi. Mereka berkata kepada Khalifah: "...

FILOSOFI ZAKAT " Bayarlah Zakat Pada Tempatnya"

Bayarlah Zakat Pada Tempatnya Pernah suatu ketika saya memiliki kesempatan jaulah ke luar daerah bersama beberapa teman, di perjalanan kami membaca salahsatu slogan dari sebuah instansi zakat daerah setempat yang terpampang pada baligo bertuliskan “ Bayarlah Zakat Pada Tempatnya ”, salah seorang diantara kami ada yang mengomentarinya karena merasa janggal. “ Lucu, kalimatnya kurang pas malah jadi mengingatkan pada jargon kebersihan ” celanya. Diantara kami sayalah satu-satunya yang berprofesi sebagai penggiat zakat merasa perlu membela dan menjelaskan tentang slogan yang tertera di baligo tersebut, dengan argument normative saya jelaskan bahwa manfaat zakat itu memang untuk membersihkan dan mensucikan harta dan jiwa para muzakinya seperti yang Allah firmankan   “ Ambilah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka Sesungguhnya do’amu menentramkan jiwa mereka. Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. “ (At-Taubah 103). ...

'MELEBUNG' JAUH TERBANG TINGGI BERSAMA MUNTIJAH

'Muntijah Crew ' foto lokasi: Dermaga bandar sungai siak Melabung " Melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi...".🎵   mungkin diantara pembaca ada yang sudah familiar dengan kalimat barusan yang merupakan lirik lagu di era tahun 90 han (ketahuan ya anak jadul 😊) sengaja penulis plesetkan menjadi judul artikel ini " MELEBUNG JAUH TERBANG TINGGI BERSAMA MUNTIJAH " karena  pertama mendengar nama  Melebung  langsung pikiran jadi ingat masa SD hahaha .. Melebung   disini   adalah nama sebuah kampung di kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, kawasan ini memang agak unik karena lokasinya terisolir dari kawasan Kota Pekanbaru dengan populasi penduduk sekitar 200 KK lebih, ditambah 200 KK lagi merupakan penduduk pendatang yang tidak menetap yang tinggal sebagai pekerja proyek di perkebunan sawit, Melihat lokasi dan kondisi kampungnya rasanya suatu hal yang ganjil jika disebuah Kota bahkan sekaligus ibukota provinsi masih ada kampung ata...

Memetik Hikmah dari Rihlah Lembah Harau 2017

Keluarga besar Rihlah Harau 2017 Alhamdulillah puji syukur yang tidak putus - putusnya kepada Allah akhirnya acara rihlah yang telah dirancang dan direncanakan jauh-jauh hari bahkan jauh-jauh bulan sebelumnya terlaksana dengan lancar dan sukses tanpa halangan dan kekurangan sesuatu hal apapun yang berarti. Rihlah tahun ini mengambil lokasi tujuan Lembah Harau. Objek wisata eksotis yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat, dengan mengkolaborasi dua holaqoh yang berbeda selaku panitia sekaligus peserta , dua holaqoh  yang sebagian besar anggotanya notabene pasangan suami istri yang tergabung dari  Majlis ilmu Muntijah dan Majlis Umahat Al Banna . Acara rihlah berlangsung dua hari lamanya, dari hari minggu (24/12/2017) sampai hari Senin (25/12/2017) dengan  mengambil titik start  berangkat dari area parkir Indomart jalan Arifin Ahmad Pekanbaru Pukul 4.30 pagi hingga sampai tujuan sekitar pukul 10 siang. Sebagai Base Camp tempat menginap di Oston Ho...

SEMOGA LANGKAH BARUMU NANTI AKAN LEBIH BERARTI

" Ukurlah kakimu Dik.. sebelum nantinya kau akan mengukur langkah barumu .." " Ukurlah kakimu Dik.. sebelum nantinya kau akan mengukur langkah barumu .." Hari Ahad (19/11/2017)  hangat, cerah tak berawan, Suasana ceria dan berseri-seri tampak diwajah para disabelitas yang khidmat dan sabar menunggu antrian untuk pengukuran . Ada 13 disabelitas penerima manfaat kaki palsu LAZNAS IZI Pekanbaru, salah seorangnya adalah Zaki (14 tahun)  pelajar dari Tsanawiyah di Kuok Kabupaten Kampar. Foto Bersama Zaki setelah pengukuran Wajahnya tampan, fostur badannyapun menawan, sayangnya satu kaki yang kanan tidak sempurna (buntung) karena kecelakaan kendaraan. Dia mengalami kecelakaan saat masih kecil belum masuk SD sang ibu menceritakan, visualisasiku langsung membayangkan bagaimana saat kejadiaan, betapa sedihnya kedua orangtua harus menerima kenyataan jika anaknya harus diamputasi. :( Zaki sendiri sekarang sudah usia remaja, usia menjelang puber, masa...

Kicauan dari sekitar Halaman Kita

JENJANG. Sungguh cantik nan elok Ngarai Sianok, indah dipandang si panorama alam. melenggok sungai, membusung bukit, semampai jurang, sepadan gadis minang menari dalam geliat tarian gelombang. di leher jenjang tubuh moleknya Sianok.. Melintang jenjang Koto Gadang bak kalung dan gelang yang menghias indahnya ngarai, inilah ikhtiar insan memberi hiasan jelita alam. *** ****** ******* BERANDA. Berada di wajah rumah yang tampak indah tersenyum ramah, pagar, pintu, dan jendelanya menambah kuat isyarat rasa bahagia. Welcome..  silahkan..   mangga,,,  beranda seolah menyapa dengan suka cita pada setiap tamu yang bertandang. hingga pintupun terbuka seiring terbukanya hati si empunya. oh beranda..  oh ternyata..   indah, megah, kusam, muramnya wajahmu ukurannya bukanlah pada mewah atau sederhananya fisik bangunan sang rumah, tapi terletak pada kelapangan hati sang tuan. "Cerialah jiwa ! tamu agung sebentar lagi tiba. ************* ********* JE...