Si Putih seekor kelinci. Telinganya panjang sekali. Putih warna bulunya. Sangat Kencang larinya.
Sebait puisi ini bersumber dari buku pelajaran bahasa Indonesia kelas 3 SD jaman baheula,sampai Sekarang aku masih mengingatnya jujur saja aku sangat terkesan dengan puisi yang sederhana dan polos ini. Oya andai kamu seekor kelinci kamu mungkin kunamai  si Putih, itu juga kalau bulumu warnanya putih, tapi karena ternyata kamu seekor kucing yang cukup manis aku namai saja kamu Si Manis.
Aku sebenarnya bukan tipe penyayang binatang tapi juga bukan berarti tidak punya prikebinatangan. Namun sekali lagi Manis, karena kamu hanyalah seekor kucing aku tidak pula keberatan memeliharamu di rumah ini, karena menurutku kamu hewan yang paling simpel mengurusnya tidak harus dibuatkan kandang, tidak harus rutin memberi makanan khusus, hanya mau dengan rela memberikan sedikit kebebasan di rumah untuk tidur dan kebebasan keluar rumah untuk buang kotoran secara mandiri, dan di luar rumah mungkin kamu perlu juga pacaran dengan kucing tetangga hehe.
Manis, ngomongin soal pacaran aku sampai sekarang belum juga punya pacar. Umurku sudah masuk tiga dasawarsa usia yang sebenarnya sudah dilema. Kamu kan tahu sendiri kita di rumah ini hanya berdua, Aku tinggal di KPR ini tak beda jauh pastinya dengan usiamu. Saat aku baru sebulan di rumah ini aku temukan kamu di halaman belakang masih berupa anak kucing ingusan, aku merasa kasihan maka aku adopsi kamu sampai sekarang umurmu sudah 2 tahun, ya dua tahun sudah kita tinggal bersama di rumah ini.
Tentu saja aku memang tidak mau pacaran seperti kamu atau sebangsamu seperti ayam, bebek, anjing, dan sebangsa monyet yang hobbi dugem ada kan? yang bebas kawin, bebas ganti-ganti pasangan, Dan aku juga  percaya deh kalau kamu pasti playboy sekaligus pejantan tangguh yang telah menaklukan banyak kucing betina tetangga hehehe.
Dua hari kemarin sepulang Sholat Isya di Masjid Komplek, aku mengantarkan undangan titipan dari Mas Toni kakak iparku aku lihat tiga anak kucing di teras rumah Pak RT  sedang bermain saling terkam dan saling gigit sesamanya dan dua diantaranya mirip kamu motif bulunya, ayo kamu ya bapaknya hahaha.
Kata teman-temanku kenapa kamu belum juga mengakhiri masa lajangmu? kamu kan sudah pantas berkeluarga, ya sewajarnya memang aku harusnya sudah punya pendamping, sebagai seorang PNS dan guru SMP yang cukup senior, aku bisa dikatakan sudah mapan apalagi aku sudah punya rumah walaupun masih nyicil, tentunya tidak ada alasan aku belum siap secara materi, dan secara morilpun kamu harus percaya Manis, aku ini sudah siap kok, ga perlu pake ciyus segala ah Manis.
Aku orang yang mempercayai bahwa jodoh itu Allah yang ngatur, tapi bukan juga berarti pasrah menunggu jodoh, akupun sudah ikhtiar terutama dua tahun terakhir ini, sudah lebih dari 5 orang calon tapi herannya tetap selalu gagal dengan segala macam alasan dan hambatannya. Misalnya waktu sama si Irma anaknya Pak Yusup temannya Teh Dewi sudah aku lamar, orangtua dan keluarga besarnya sudah merestui, namun satu minggu setelah melamar, Irma yang baru mau wisuda sarjana waktu itu mengirim sms, katanya dia masih punya pacar dan masih menjalin hubungan semenjak kuliah dan sampai saat ini dan juga sudah punya komitmen untuk menikah setelah Wisuda, akhirnya aku memilih membatalkannya karena aku tidak mau pacarnya nanti malah sakit hati dan Irmanya sendiri tidak ridho jadi pengantin. Terus yang terakhir yang aku agak sedikit menyesal Asniar anak pemilik Toko Buku Saiyo Sakato pasar perumnas yang adik bungsunya si Afrizal muridku di sekolah, akhirnya gagal juga hanya karena setelah satu bulan aku melamar sama bapaknya belum juga ada tanda-tanda memanggilku untuk menentukan tanggal pernikahan, padahal seingatku aku yakin benar Da Ondri bapaknya menerima lamaranku, dan Asniar juga kata si Afrizal mau? Aku jadi berpikir yang tidak-tidak, maka sekali lagi aku menyatakan mundur dan mencabut lamaran.
 Sebenarnya aku juga sih yang kurang sabar, Selidik punya selidik ternyata alasan mereka masih menunggu jawaban dari keluarga besar Asniar yang ada di Sumatra dan Malaysia, katanya kalau orang Padang tidak cukup hanya restu bapaknya saja, tapi juga harus dengan kesepakatan para paman dari pihak ibunya. Tapi bagaimana lagi prinsipku kan lebih cepat lebih baik.

Manis, menurutmu Aku orangnya pemilih ya, mungkin karena itu aku tidak juga segera berjodoh. Tapi kupikir sih aku memang harus pemilih dalam artian memiliki kriteria untuk calonku tersendiri karena untuk kebaikan rumah tanggaku juga nantinya. Dan sebenarnya kriteriaku tidak terlalu menjelimet juga sih yang penting dia satu visi dan tentunya yang tidak boleh kecolongan bukan seorang wanita yang benci dan jijik sama kamu Manis hahaha.
Sebentar Manis, ada SMS masuk kedengarannya, benar kan Manis ternyata Ustadz Firman SMS “Akhi..besok sore jadi y ana ajak antum ta’aruf sama seseorang...”
Manis, sepertinya kita sudahi aja curhat malam ini, mari kita matikan televisi, gosok gigi, ambil wudhu dan sholat witir lalu berdo’a dan tidur segera..
****
Kamu mau tidur di ranjangku Manis? Oke tidak apa-apa hanya untuk malam ini dan tidak untuk seterusnya aku hanya mengijinkan kamu tidur di sofa ruang tamu, dan di karpet merah alas kasurku ini. Baiklah kita sekarang tidur sekasur karena aku sendiri masih merasa cemas dengan rencanaku besok, bagaimana kalau aku hadiahkan puisi si Putih sekali lagi biar galauku sedikit berkurang ..? “Si Putih seekor kelinci. Telinganya Panjang sekali. Putih warna bulunya. Amat kencang larinya.” 
Manis, aku beri tahu makna puisi itu sebenarnya yaitu seperti do'aku ini mohon diaminkan ya.. “Ya Allah ya Robb..jodohkanlah aku dengan seorang wanita, yang putih hati dan jiwanya, panjang pikiran dan akalnya, kencang ibadah dan ikhtiarnya..”
“Meeoong..”.


**Bukittinggi, September 2013

Kawan di Rumah



DJANOER
Memberi kontribusi sekaligus bukti adalah suatu kebanggaan bagi setiap orang, itu yang teraktualisasikan dalam pribadi Djanur (Djadjang Nurjaman), sebagai seorang insan olahragawan khususnya sepak bola, beliau mampu menjadi kebanggaan Bobotoh karena bisa merealisasikan harapan dari kontribusinya sebagai Pemain, Asisten Pelatih, dan sekarang sebagai pelatih.

Djajang Nurjaman Putra Sunda kelahiran Majalengka 17 Oktober 1964 menjadi kebanggaan tersendiri bagi para bobotoh dan umumnya warga Jawa Barat. Memiliki catatan yang hebat di PERSIB, Dimana sebagai pemain Kang Djanur pernah merasakan manisnya meraih Juara Kompetisi Perserikatan sebanyak tiga kali tahun 1986, 1990, 1994.

Dan hebatnya Kang Djanur sendiri yang menyumbang gol penetu di Final tahun 1986 saat mengalakan Perseman Manokwari, lalu saat juara tahun 1990 menyumbang assist cantik untuk gol ke dua PERSIB atas PERSEBAYA.

Saat PERSIB Juara Liga Indonesia Pertama tahun 1995 Kang Djanur bertindak sebagai Asisten Pelatih hingga tahun 1996, selanjutnya dia lebih fokus melatih PERSIB yunior namun pernah dipercaya kembali untuk menjadi asisten pelatih saat PERSIB di arsiteki Arcan Iuri setelah itu Kang Djanur memulai pengembaraannya melatih Klub-Klub  di luar PERSIB hingga akhirnya diminta kembali ke PERSIB dan dipercaya untuk  menjadi Pelatih Kepala di tahun 2013.

Kembalinya Kang Djanur akhirnya mampu menjawab harapan para bobotoh yang sudah lama menantika gelar juara setelah 19 tahun lamanya PERSIB tak pernah mampu merebut kembali mahkota juara Liga Indonesia. Tahun 2014 setelah mengalahkan PERSIPURA di Final lewat adu Finalti semakin meyakinkan kiprah Kang Djanur bagi PERSIB dan tahun 2015 menambah koleksi dengan menjuarai Piala Presiden.

Kang Djanur dengan gayanya yang low profile justru telah mampu mempadukan kesolidan team membangun kedekatan dan kekeluargaan dengan Kultur Sundanya ternyata mampu mengembalikan Romantisme dan kejayaan PERSIB.  Haturnuhun Kang Djanur semoga  PERSIB Juara lagi.

"Menjadi pelatih PERSIB itu berat karena banyak tekanannya, tapi saya berani mengambil resiko karena saya tertantang sebagai asli lahir, dididik dan besar bersama PERSIB saya ingin membuktikan bahwa pelatih lokal juga bisa" - Djanur -



*disarikan dari berbagai sumber


Jajang Nurjaman Sang Pelatih Kebanggaan Bobotoh

masjid jami tarok sumber foto www.panoramio.com
Jalan Prof DR Hamka atau lebih dikenal dengan Jalan HAMKA di Kota Bukittinggi ini panjangnya hanya kurang lebih 2 KM saja, dimana ujung pangkal jalannya bersambung dengan dua jalan utama lainnya, ujungnya bertemu jalan Sutan Syahrir dan di pangkalnya bermuara di Jalan Soekarno Hatta.

Dari persimpangan jalannya, setidaknya ada 3 Simpang utama yang strategis dan terkenal yang merupakan bagian dari jalan HAMKA :

  • Simpang Mandiangin
  • Simpang Landbow
  • Simpang Tarok
Simpang Mandiangin Pangkal jalan yg bermuara dengan jalan Soekarno Hatta adalah Simpang 4 dimana menghubungkan ke Pasar Bawah dan Pasar Banto, ke Mandiangin sendiri atau ke arah Gulai Bancah menuju Kantor Walikota dan satunya ke arah
Tanjung Alam yang  merupakan jalur utama ke Kota Payakumbuh.

Simpang Tarok adalah ujung jalan HAMKA yang bertemu Jl. Sutan Syahrir membentuk Simpang Tiga yang menghubungkan ke Pasar Aur Kuning dan ke Lapangan Kantin menuju Pusat Kota Bukittinggi, Sedangkan Simpang Landbow adalah Simpang Tiga antara badan Jalan HAMKA dengan Jalan Syech Djamil Djambek menghubungkan ke SMA N 1, Pasar Bawah dan Pasar Lereng.


Di Jalan Hamka alamat-alamat instansi baik pemerintah maupun swasta,  juga pusat komersial maupun Pendidikan seperti kampus dan sekolah tidak seberapa banyak bahkan bisa dibilang langka. Namun ada beberapa alamat atau titik yang dikenal masyarakat Bukittinggi sebagai penanda bagian-bagian jalan ini, sekaligus menjadi icon penting Jalan HAMKA yaitu diantaranya :

  • Masjid Jami' Tarok ( berada di sekitar Simpang Tarok)
  • Kantor Kecamatan Guguk Panjang ( Tidak Jauh dari Masjid Jami' Tarok)
  • BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi (ada di wilayah kelurahan Tarok Dipo)
  • Dinas Petanian dan Tanaman Pangan SUMBAR (berada tidak jauh dari Simpang Mandiangin)
  • SMK Tehnik Muhammadiyah ( Dekat Kantor Kecamatan)
  • Toko Kue Elna  ( wilayah kelurahan Tarok Dipo)
  • RM SARASO ( tidak Jauh dari Simpang Landbow)
  • RM Mak Dang ( Di sekitar Simpang Tarok)

Walaupun tidak sepadat dan seramai jalan-jalan  lainnya yang ada di Kota Bukittinggi, namun menurut penulis pribadi jalan ini cukup penting dan strategis sekaligus mengesankan seolah ada daya magnet tersendiri seperti hal namanya HAMKA.

Jalan HAMKA Bukittinggi


Sebagai orang yang berdomisili di wilayah Ampek Angkek sekaligus peminat sejarah hehe... sehingga saya suka dihadapkan pada kepenasaran akan asal - usul suatu daerah.

Dan seperti sudah menjadi kata kunci mendalami suatu sejarah daerah maka pertanyaan mendasarnya adalah kenapa nama daerah ini ampek angkek? kenapa AGAM ? yuk kita temukan sejarahnya.

Adapun sumber referensi sejarah Ampek Angkek ini saya dapati setelah menemukan buku diktat sejarah lapuk yang disusun oleh H. Azwar Dt. Mangiang di kamar kosong rumah mertua saat asik mengureh banyak buku-buku yang sekarang menjadi pelengkap Pustaka Pribadi Saya.

Add caption


Baiklah langsung kepada cerita sejarahnya 

Berawal dari nagari lamo Pariangan di wilayah Tanah Datar sang datuk Suri Dirajo melihat wilayahnya semakin berkembang dan makmur dipanggilah empat orang pemuka masyarakat di Pariangan tersebut yaitu antaranya ; Si Agam, Si Basa, Si Api dan Si Endah dengan maksud menyuruh ke empat orang pemuka nagari ini untuk mencari dan membuka daerah baru agar dapat pula dicetak pesawahan dan perkebunan untuk menambah kemakmuran.

Berangkatlah ke 4 orang dengan masing-masing  membentuk kelompok karena mereka sebagai pimpinannya maka di gelarilah sebagai Rajo, jadi masing berjuluk dan bergelar Rajo Agam, Rajo Api, Rajo Basa, dan Rajo Endah. Mereka pergi dengan mendaki puncak gunung Merapi untuk melihat situasi Utara gunung Marapi maka terlihatlah suatu kawasan yang memantulkan cahaya yaitu sinar yang memantul pada permukaan air, akhirnya dipastikan melihat itu dan tampaklah bahwa sumber pemantul cahaya itu adalah sebuah luhak atau kolam yang berada di wilayah yang subur, datar dan sangat cocok untuk dijadikan tempat kenagarian.

Maka kolam yang memantulkan itu dinamai oleh mereka si Camin Kapanehan dan keempat rombongan itu setelah berkumpul di dekat kolam memutuskan untuk mulai membagi arah masing-masing kelompok untuk mencari wilayah lahan dan pemukiman disekitarnya, namun sebelumnya karena dari ke empat kelompok itu pemimpin utamanya adalah Rajo Agam, maka sebagai penghargaan kepadanya Kolam dan tanah sekitar Camin Kapanehan sepakat menjadi hak si Rajo Agam.

Akhirnya setelah sepakat mereka menyebar dari kolam itu, Rajo Api membawa kelompoknya ke arah timur dan membuat Biara dan candi disana maka daerahnya dinamakan Biaro, Rajo Endah membawa kelompoknya ke arah selatan dan membuat Balai dari batang Kayu Gurah maka daerahnya bernama Balai Gurah, lalu Rajo Basa membawa kelompoknya ke suatu daerah yang genting yang diapit oleh sungai maka daerahnya Gantiang sebelum berubah menjadi Panampuang. Sedangkan Rajo Agam sendiri yang telah mendapat hak atas tanah sekitar kolam si Camin Kapanehan tetap membawa kelompoknya dan membuka lahan baru di wilyah yang berlembah maka daerahnya disebut Lambah.

Pada mulanya Ampek Angkek memakai adat Koto Piliang, tetapi tidak mengakui langgam nan tujuah seperti Tanah Datar, yang diakuinya hanya Raja Pagaruyung sebagai Rajo Alam, maka sebagai pembantu Raja Alam dibentuklah BASA AMPEK yang terdiri dari :

  • PAMUNCAK di Balai Gurah
  • SULUEH BENDANG di Biaro
  • ALUNG BUNIAN di Lambah
  • AMBAN PURUEK di Panampuang dulunya Gantiang.


Kembali mengenai Kolam Si Camin Kapanehan dan tanah sekitarnya adalah milik Rajo Agam maka disebutlah seluruh daerah-daerah disekitarnya yang dibuka oleh empat pemuka Nagari tersebut di atas sebagai Luhak atau daerah Agam, disinilah sejarah asal muasal daerah Ampek Angkek dan luhak Agam bermula. Ampek Angkek berarti pada empat pemuka yg diangkat dan Agam itu sendiri berarti nama tokoh utama dalam sejarah ini, saya jadi teringat arti sebuah nama agam itu sendiri adalah anak laki - laki kalau di Aceh seorang laki laki bernama agam sangat lumrah dijumpai. Adapun perkiraan tahunnya peristiwa dibukanya wilayah Ampek _Angket tertulis tahun 1295 Masehi.

kurang lebih secara singkat seperti itu yang bisa saya kisahkan kembali, mudah-mudahan bagi yang baru tahu akan membuka cakrawala baru bagi yang sudah tahu dan pakarnya bisa menambahkan dan melengkapinya, boleh memberi saran tapi saya tidak menerima kritik hehe..


Baca Post Lainnya :












Asal Muasalnya Daerah Ampek Angkek

"gadih minang klasik"
sumber foto: Tambodunia.blogspot.com 
Jodoh itu 'jorok' istilah orang sunda, karena kadang tak disangka-sangka saja hadirnya bisa saja dipertemukan dengan orang yang jauh atau malah dengan orang yang dekat di sekitar kita, bisa sama yang baru mengenal atau sama yang sudah sangat dikenali sejak lama, itu semua tentunya telah Tuhan atur buat kita.

Rizki dan Jodoh memang sudah diatur dan ditentukan Tuhan, namun kita selaku manusia masih boleh merencanakan dan mengikhtiarkannya, nah saya selaku "Urang Sumando" (menantu orang Minang) atau lelaki yang menikah dengan wanita asli Minang merekomendasikan "menikahlah dengan Gadis Minang," setidaknya ada 3 alasan mengapa harus menikahi gadis Minang, ini menurutku :

  • Karena Agamanya

Trio Gadih Minang di Rumah Gadang
foto : www.athiekadewi.blogspot.com
Falsafah Minang yang dikenal dengan  "Adat Bersandi syarak Syarak bersandi Kitabullah " sudah menjadi stereotif   kalau yang namanya orang Minang itu mesti agamanya Islam dan kuat.

Rasanya tidak juga berlebihan jika kita mau melihat kultur keislaman orang Minang misal melihat dari para tokoh-tokoh  bapak bangsa asal Minangkabau bisa dikatakan semuanya Muslim yang juga dikenal taat dengan agamanya, sebut saja misalnya ;

Moh. Hatta, Moh. Natsir, Buya Hamka, Isa Anshari, Gofar Ismail dll.. dan jika melihat wanita Minang dahulu dikenal dengan wanita dengan busana baju kurungnya yang sopan dan tertutup. Rasanya dahulu sebelum mode busana  serame sekarang ini model busana wanita di negri ini  bisa kita bayangkan ada model Kebaya ala Jawa, ada Baju Kurung ala Minang, dan tentunya ada baju model ala imperialis eropa dan ala-ala lainnya.

Maka terbayanglah sosok wanita Minang dengan model baju kurungnya dimana akan tampak lebih sopan dan tertutup seperti model Hijab wanita sekarang ini. artinya dari paparan ini kita bisa melihat ada kultur islam yang kental dan kuat pada orang Minang.

  • Karena Adatnya
Para Kaum Ibu dalam acara "Manjampuik"
sumber gambar bachrenifananda.wordpress.com
Minangkabau merupakan suku bangsa yang unik dimana garis keturunannya ditarik dari pihak Ibu (Matrilineal) berbeda dengan umumnya suku bangsa yang mengambil garis keturunan dari pihak ayah (patrilineal) sehingga adatnya memberikan tempat tersendiri bagi wanita, karenanya wanita di Minang menurut adatnya akan menjadi pewaris pusaka tinggi dimana  Rumah Gadang dan tanah pusaka pihak wanita yang akan menjaga dan meneruskan secara turun temurun.

Perlu juga anda ketahui dalam adat budaya Minang seorang lelaki jika menikah dan berkeluarga maka ia akan turut tinggal dan menetap di rumah istri alias numpang atau tinggal di PMI (Pondok Mertua Indah),

Nah bagi anda lajang yang merasa belum mapan dan masih ragu, takut dan berpikiran "Mau dikasih makan apa, dan tinggal dimana istri dan anak nanti..?.  Maka menikahi gadis Minang bisa menjadi alternatif untuk tidak mengurungkan keinginan baik anda, karena urusan tempat tinggal masih bisa numpang dengan mertua belum bekerja masih tersedia lahan bertani kalau anda mau menggarapnya. Namun ini alasan oportunis yang saya sendiri jujur tidak menganjurkannya hehehe..

  • Karena Minangnya
Gadih Penari Piring 
sumber foto micolivia.blogspot.com
Menikah itu merupakan bagian proses kehidupan dan jenjang pernikahan itu sendiri juga ada prosesnya, tentunya proses yang syar'i yang saya maksudkan, dimana ada tahap taaruf dan tahap mengkhitbah, Khitbah dalam istilah kita artinya meminang.

Maka jika anda menikah dengan orang Minang tentunya anda akan ada proses Meminang , namun kalau dengan orang Sunda berarti Menyunda, terus kalau dengan orang Jawa berarti Menjawa, dst.,

Lebih tepatnya alasan ini karena ada kata Minangnya hehehe..maaf bercanda ini hanya alasan yang mengada-ada.

tarimokasih..


Beberapa Alasan Kenapa harus Menikahi Gadis Minang



Bagi anda yang berdomisili di Kota Bukittinggi dan sekitarnya tentu tidak asing lagi dengan namanya Simpang Tanjung Alam di kawasan Agam Timur, atau bagi anda yang sedang berencana melancong ke Bukittinggi dari arah Pekanbaru maka akan melewati simpang ini yang jaraknya  kurang lebih 3 KM sebelum masuk gerbang kota Bukittinggi.Anda boleh kenali beberapa titik yang bisa anda singgahi sekaligus 'nikmati'.

Masjid Nurul Huda

Masjid Nurul Huda
Masjid ini sangat pas untuk disinggahi para pelancong yang sedang berada dalam perjalanan jalur Pekanbaru - Padang, letaknya memang tidak dipinggir jalan raya sedikit masuk sekitar 100 meter dari simpang empat arah ke kapau,kalau dari arah Padang atau Bukittinggi sebelah kiri posisinya sebaliknya sebelah kanan kalau dari arah Pekanbaru. Masjidnya bagus dan bersih, halamannya cukup luas untuk parkir,  toilet serta tempat wudhunya terawat dan yang terpenting tidak pernah kekeringan air. 

Bubur Ayam Bandung

Bubur Ayam Bandung
Di kawasan ini kalau pagi sekitar jam 6.30 ada yang mangkal tukang bubur ayam Khas Bandung, Bubur berbahan beras ini bisa menjadi alternatif sarapan pagi yang berbeda dari biasanya karena memang bubur Ayam kuliner yang  masih baru di Sumbar yang dibawa oleh perantau dari Jawa, dan bagi anda yang mau mencoba menikmati sensasi rasa bubur ayam Bandung ini  jangan sampai telat datang karena dipastikan jam 10 menjelang siang si Akang penjual Bubur sudah pulang mendorong gerobak buburnya.

Bakso 'MAS TOM'

Tidak jauh juga dari Simpang bersebrangan dengan SMP N Ampek Angkek ada kedai Bakso yang top markotop yaitu Bakso Mas Tom, biasanya buka mulai jam 10 sampai sore hari, pelanggannya sudah banyak maka jika sudah menjelang sore dimana  anak sekolah sudah bubaran, para kaum kerja sudah pulang kantor akan membuat sulit Anda untuk mengantri membeli bakso ini bahkan bisa tidak kebagian, Bakso Mas Tom ini khas Semarang dengan menu pilihannya Mie Ayam Pangsit dan Bakso urat.


Toko Out Door Activity 'KOMAGOOO' dan 'BPS Ukhuwah'.

Dan satu titik lagi yang saya rekomendasikan, coba mampirlah di Toko Komagoo dan BPS Ukhuwah. Anda mungkin butuh kaos, tas, jaket, sandal gunung, bandana dll atau jilbab bandung, baju gamis, obat herbal, buku-buku islam dan lain macamnya singgah saja disini, karena kadang sayapun nongkrongin toko ini bersama istri. 
Toko BPS UKHUWAH dan KOMAGOOO



Simpang Tanjung Alam dengan Beberapa Titiknya